Gue balik lagi..
Nah, gue mulai cerita ya, mumpung ada waktu.. *horee*
Temen gue, Tere, pernah nulis di Twitter, minta mamanya beliin sendal hak setinggi 5 cm. Tadinya gue dalam hati berpikir, 'Gila aja 5 cm, dia mau ya pakai begituan. Gua aja 2 cm belum tentu dipakai.'
Beberapa hari kemudian, gue masih tetep liat-liat web UP, dan you know what happen after that? Mama gue beliin gue sendal hak. Warna putih, ada pitanya. Jujur, gue suka modelnya, cuma gak suka pitanya (haha). Dan lagi haknya tinggi. Sendal yang waktu itu dibeliin mama gue, kira-kira 2-3cm aja udah tergeletak tak berdaya di pojok rak sepatu. Apalagi ini? Tapi, mama gue dengan semangat minta gue buat pakai. Hahh, apa boleh buat? Mungkin suatu saat nanti... Gue iseng-iseng nyoba ukur tinggi haknya, dan ternyata tingginya 6 cm *tepar* Lebih tinggi dari permintaannya Tere! -___-
Jujur lagi, setiap gue naik tangga dan ngeliat sendal itu tergeletak dengan anggunnya di anak tangga, rasanya gimana gitu ya. Antara perasaan pengen nyoba pakai jalan enak atau enggak, pegel atau enggak, dan perasaan bingung mau pakai kapan. Secara gue bukan tipe orang yang suka pakai hak, tiba-tiba langsung pakai hak 6 cm. Ini kayak kita suka sama cowok kayak pangeran tapi tampang kita kayak babu, dan tiba-tiba nekat PDKT dengan gaya jablai...
Gue juga baru beli novel Ka Alit, Shitlicious sama novelnya Ka Radit, Marmut Merah Jambu. Iya, ini novel lama mereka. Untuk Marmut Merah Jambu mungkin masih agak baru, sedangkan Shitlicious ini udah lama. Suatu keberuntungan gue dipertemukan dengan novel ini waktu lagi nyari novel Skripshitnya Ka Alit yang kata temen gue udah gak ada lagi di Gramedia CL.
Jadi ceritanya, waktu itu gue dengan semangat berair-air cerita ke temen CNN gue, Haris. Gue bilang kalau gue akhirnya dapet novel Skripshit nya @shitlicious, dan Haris juga tau Ka Alit dari @poconggg, permen loli yang dibungkus kain kafan. Haris jadi penasaran dan nyoba nyari, tapi ternyata stok di Gramedia CL abis. Gue ikutan nyari, dan ternyata bener gak ada. Waktu lagi nyari, gue dipertemukan dengan sesosok buku berwarna kuning nan kotor itu, novel Shitlicious... Huahahaha. Mimpi apa gue ketemu juga ama novel ini? Ha? Ha?
Bakar ban.
Pembatas buku Marmut Merah Jambu unyuuuu banget. Bentuknya marmut pink lagi megang biskuit yang patah.. I loveee it. Nah seperti biasa, pembatas buku Shitlicious persegi panjang seperti pembatas Skripshit.
Oh ya, ngomong-ngomong soal pembatas buku, ini pengalaman gue selama berhadapan dengan novel berhadiah pembatas buku:
- Novel pertama gue, Poconggg Juga Pocong. Pembatas bukunya berbentuk pocong, dan di malam pertama gue beli buku itu, pembatasnya hilang. Gue baca buku itu malem-malem dan nemu pembatas buku itu. Gue selipin dulu di halaman belakang. Tiba-tiba beberapa menit kemudian pembatasnya merosot turun. Gue naikin lagi. Terus tiba-tiba turun lagi. Gue naikin lagi. Setelah itu, gue pengen tidur. Gue cari-cari pembatasnya. Gak ketemu. Gue bongkar kasur, nihil. Gue liat ke sela-sela kasur, nothing was found.
Gue cari di kolong, ketemu pocong. Serius, sampai saat ini pembatasnya gak pernah ketemu lagi... Hii.. Mana bentuknya pocong lagi.. - Novel kedua, uummm.. Manusia Setengah Salmon. Ini novel bikin gue ngakak dengan candaan khas Raditya Dika. Pembatasnya bentuk Ka Radit lagi mangap-mangap kayak ikan salmon kurang zat besi(?) Ini juga gak bertahan lama, setelah gue taruh pembatasnya di kasur, pembatasnya diambil adik gue tanpa sepengetahuan gue. Dan ironis, pembatasnya gue temuin di westafel dengan keadaan tergunting menjadi 3/4 bagian.. Pelakunya, adik gue. Dramatis.
- Novel ketiga, Skripshit. Ah, ini gak usah diomongin. Pembatasnya masih sehat-sehat aja sampai sekarang. Jujur, di novel ini gue lebih gampang baca daripada Shitlicious.
- Novel keempat, Shitlicous. Yep, ini novel pertama Ka Alit sebelum Skripshit. Dan pembatasnya masih ada sampai sekarang. But, gue agak lama nyelesaiin bacanya gara-gara gaya penulisannya masih terlalu rumit, tapi di Skripshit udah enggak lagi.
- Novel kelima, Marmut Merah Jambu. Kyaa! Pembatasnya yang lucu bikin gue jaga terus biar gak hilang, hahaha... Dan menurut gue novel ini lebih banyak bikin gue ngakak guling-mimisan-menggelinjang-tepar daripada Manusia Setengah Salmon. Novel ini gue habiskan dalam 2 hari, sedangkan Shitlicious yang gue beli bareng dan gue baca duluan butuh waktu kurang lebih 3-4 hari..
Yak, ini ceritaku, apa ceritamu?
Sekian dulu surat dariku, aku mengharapkan balasan darimu.
Salam,

Hesyeh,
Bai bai..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar